Sekolah adalah tempat
kita menempa pendidikan tersebut. Tempat kita, mendapatkan dan meraih ilmu yang
telah menjadi kebebasan kita yang telah diperjuangkan oleh pejuang bangsa. Pendidikan
tersebut diharapkan.. untuk mengubah generasi sebelumnnya yang “bodoh”, dan
menjadi generasi yang pintar, berwibawa, membawa semangat juang dari pejuang
negara kita.
Sejak derajat Taman
Kanak-Kanak, dimana kita bermain, belajar hal-hal yang fundamental dari
kehidupan. Sekolah Dasar, dimana derajat kita lebih tinggi, kita berkembang
menjadi suatu pribadi yang berwibawa, berakal budi, dan kita mulai mengenali
diri kita. Berlanjut, ke Sekolah Menengah Pertama, dimana kita ditempa menjadi
suatu pribadi yang unik, menggali talenta kita yang belum kita ketahui di
Sekolah Dasar. Menjadi seorang.. manusia yang sadar akan keberadaannya di
masyarakat.
Dan berakhir di Sekolah
Menengah Atas, dimana derajat kita merupakan derajat tertinggi dan terpendidik
di suatu sekolah. Dimana kita menyadari keberadaan kita sebagai spesies yang
beradab, berakal budi, dan dimana kita menempa kerendahan diri kita bahwa ibu
pertiwi ini tidak terbuat untuk manusia. Tetapi terbuat untuk semua yang ada
dan sadar di jagad raya.
Semua itu saya lewati
di Sekolah Kristen Kanaan, almamater saya yang telah saya ikuti sekarang selama
13 tahun lamanya. Sejak KB dimana saya bermain, hingga SMA. Sampai saya sadar
akan keberadaan saya di jagad raya.
Sekolah saya memang
bukan yang terbaik, secara fasilitas, sekolah kita tidak memiliki fasilitas
yang banyak, dan tidak memiliki fasilitas yang sedikit. Sekolah ini telah
mengantarkan puluhan angkatan. Dari SD, sampai ke SMA.
Dan sekarang, saya ada
di SMA. Saya ditempa, dihajar, dan dipoles untuk menjadi pribadi yang terbaik
di masyarakat. Pribadi yang.. hanya ada satu diantara ratusan. Ditempa habis-habisan
oleh banyak kepribadian guru yang menerapkan gaya hidupnya dan seluruh latar
belakangnya kepada muridnya.
Mengajar dengan.. hati.
Mengajar dengan.. tanpa pikiran akan pamrih. Mengajar dengan.. hasrat untuk
membuat generasi bangsa ini menjadi lebih baik. Menjadi generasi yang genuine.
Hal ini diterapkan
hanya di sekolah yang hanya ada satu. SMA Kristen Kanaan Jakarta. Di SMA
Kristen Kanaan saya dihajar untuk mengetahui hal-hal fundamental yang lebih
kompleks di masyarakat. Saya dipacu untuk mengetahui suatu hal yang menarik
selera masyarakat dalam estetika.
Desain Grafis adalah
suatu pelajaran yang dianggap remeh dari kebanyakan masyarakat. Sebelumnya hampir
diterapkan pelajaran PLKJ, yakni Pendidikan Lingkungan Kebudayaan Jakarta. Tentu,
PLKJ adalah suatu hal yang sangatlah penting akan kesadaran kita di lingkungan
yang kita tinggali, yaitu Jakarta.
Namun, suatu hal yang
menjadi pandangan SMA Kristen Kanaan yang memiliki potensial adalah Desain
Grafis. Kita telah melihat beberapa simbol, logo yang telah dibuat oleh pada
desainer. Kita meremehkan, dari apa yang dapat dihasilkan dari logo dan simbol
tersebut.
Suatu Logo, Simbol yang
ada di lingkungan umum dapat dinyatakan bahwa Logo tersebut dapat menghasilkan
jutaan rupiah. Bahkan milyaran rupiah.
Mengapa suatu Logo,
Simbol bisa berharga milyaran rupiah? Dikarenakan sifat estetik yang diberikan
oleh sebuah gambar.
Desain Grafis dapat
mengganti kehidupan dari sebuah pribadi,
dan hal tersebut merupakan fakta yang nyata dan terbukti di mata kita sendiri.
Saya diajarkan untuk.. dapat setidaknya mengedit foto
menjadi suatu foto yang cantik, yang anggun, dan yang dapat digunakan sebagai
produk yang dapat digunakan sebagai portofolio kerja yang dibutuhkan oleh
pribadi kita sendiri.
Hal inilah, yang
membuat Sekolah saya merupakan sekolah
yang indah. Sekolah Kristen yang merupakan almater yang saya cintai untuk
selamanya.
Perasaan yang ada di
hati saya.. tidak dapat dijabarkan melalui kata-kata. Perasaan akan sekolah
tercinta ini adalah perasaan yang.. antik.. dimana setiap pribadi di.. tempa
menjadi pribadi yang lebih baik. Hal inilah, yang menjadikan Kanaan, ada di
hati tiap pribadi yang telah bersekolah di Sekolah kita.(Mario)